Feeds:
Pos
Komentar

AIPMNH telah mendukung Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2009. Fokus dukungan AIPMNH adalah untuk menurunkan kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Dukungan diberikan melalui 3 komponen program AIPMNH yaitu :

  • Komponen 1: Meningkatkan Pelaksanaan Layanan  dan Peran Serta Masyarakat
  • Komponen 2: Memperkuat Sistem  Kesehatan
  • Komponen 3: Meningkatkan Akuntabilitas dan Kinerja Sistem

Tujuan umum Program AIPMNH adalah untuk meningkatkan kesehatan Ibu dan bayi baru lahir di Kota Kupang. Sedangkan tujuan khususnya adalah pemerintah kabupaten/kota terpilih memiliki mekanisme dalam mengelola sumber daya nasional, lokal dan donor untuk mencapai target tingkat nasional indikator prioritas MPS (Menuju Persalinan Selamat ).

AIPMNH memulai kegiatan di Kota Kupang berdasarkan Perjanjian Subsiadiry (Subsiadiry Agreement) antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia untuk Kemitraan Australia dan Indonesia, tanggal 14 Juli 2009.Perjanjian subsidiary ini ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Kupang dengan Surat Pernyataan Berminat Walikota Kupang tertanggal 25 Juli 2008.

Pengelolaan kegiatan AIPMNH dilakukan dengan mengikuti mekanisme yang berlaku di jajaran Pemerintah Kota Kupang termasuk dari sisi perencanaan program yang telah diintegrasikan dengan perencanaan SKPD.

Total dana yang dialokasikan bagi Kota Kupang dari  tahun 2009 sampai tahun 2013 adalah Baca Selengkapnya …

Iklan

Tanggal 3 September 2013 suasana Gang P. Dacunha Naikoten II terlihat ramai. Di sepanjang jalan terlihat anak-anak usia sekolah, berpakaian adat khas NTT. Mereka kelihatan gagah dengan pakaian yang dikenakan. Suasana ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana di sepanjang jalan terlihat lengang dan sepi.…. Apa yang dilakukan anak-anak ini? Ternyata mereka menanti kedatangan Ny Vita Gumawan Fauzi – ketua tim penggerak PKK Nasional. Ny Vita Fauzi berkunjung ke Kelurahan Naikoten II dalam rangka merayakan kesuksesan kelurahan Naikoten II dalam meraih juara II tingkat Nasional sebagai kelurahan digital dan kelurahan siaga. Baca Selengkapnya….


money_treePada awal tahun 2004 dilakukan pengembangan program di salah satu desa. Pada saat sosialisasi yang diorganisir oleh pemerintah desa, setelah penjelasan dan diskusi. Masyarakat lewat beberapa tokohnya menyatakan bahwa sangat tidak mungkin bagi mereka untuk mengelola dana bergulir sanitasi karena kondisi kehidupan mereka. Ada harapan supaya mereka bisa melakukan kegiatan ekonomi terlebih dahulu. Menanggapi hal ini kami menekankan bahwa program ini bukan kewajiban. Apabila masyarakat merasa bahwa akan timbul banyak kesulitan untuk menjalankan program ini, kami sangat menghargai apabila mereka mengatakan ‘tidak’. Selama diskusi muncul beberapa pendapat yang menyatakan kesulitan yang sama. Karena ini adalah program kesehatan pemanfaatan RF untuk sanitasi adalah syarat mutlak. Diskusi ini akhirnya dihentikan sejenak untuk istirahat makan siang. Selama makan siang mereka asyik berdiskusi diantara mereka. Setelah makan siang, dengan mudahnya masyarakat menyatakan ‘oke kami akan jalan dengan program ini’. Hal ini cukup mengejutkan kami Baca Selengkapnya…..


PemDalam pelaksanaan program peran pemerintah cukup penting dalam hal mengakui adanya program di wilayahnya.  Hal ini sangat perlu dan menjadi kunci apakah masyarakat bersedia menerima program atau tidak. Selain itu, dukungan dari kepala desa menjadi   penghargaan bagi kader dan masyarakat yang secara sukarela berperan dalam kegiatan kemasyarakatan.  Disini ada dua contoh dimana kepala desa berperan sangat berbeda dengan akibat yang juga cukup berbeda. Baca Selengkapnya…..


Melayani Dengan CERIA

CSR PP_ArtkTerbatasnya pendanaan dan anggaran untuk kegiatan merupakan salah satu kendala yang sering dihadapi oleh Puskesmas dalam menjalankan fungsinya. Puskesmas selama ini masih bergantung pada pendanaan yang bersumber dari pembiayaan pusat (APBN) atau daerah (APBD).

Program Reformasi Puskesmas yang berlangsung di Puskesmas Pasir Panjang telah mendatangkan perubahan mind set (pola pikir) tim Puskesmas dengan berupaya melibatkan pihak ketiga terutama BPP dalam mendukung kegiatan Puskesmas. Dukungan BPP terutama dalam hal pendanaan atau anggaran untuk kegiatan kemasyarakatan. Letak Puskesmas Pasir Panjang yang berada di tengah kawasan perdagangan, pariwisata,perekonomian, bahkan pusat kesehatan, dimana banyak hotel,restaurant, toko, pasar,RS swasta dan klinik, menimbulkan keinginan dari pihak tim Puskesmas dan BPP untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi, serta melibatkan pihak ketiga secara aktif dalam kegiatankegiatan puskesmas. Satu sisi, puskesmas menjalankan fungsinya sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, disisi lain melibatkan peran serta aktif masyarakat dan melalui BPP bisa mendapatkan pendanaan untuk kegiatan diluar dana rutin.

Proses pelibatan pihak swasta…

Lihat pos aslinya 307 kata lagi

%d blogger menyukai ini: